https://kapuas.times.co.id/
Berita

Dari AS, Tokoh Oposisi Iran Serukan Pengunjukrasa Agar 'Tak Meninggalkan Jalanan'

Senin, 12 Januari 2026 - 14:01
Dari AS, Tokoh Oposisi Iran Serukan Pengunjukrasa Agar 'Tak Meninggalkan Jalanan' Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang diasingkan, menghadiri konferensi pers tentang situasi di Iran dan perlunya mendukung rakyat Iran, di Paris, Prancis. (FOTO: Reuters)

TIMES KAPUAS, JAKARTA – Tokoh oposisi terkemuka sekaligus putra Shah terakhir Iran yang diasingkan dan berbasis di Amerika Serikat, Reza Pahlavi mengatakan bahwa Donald Trump telah mengamati keberanian yang tak terlukiskan dari rakyat Iran, dan ia menulis di X:  "Jangan tinggalkan jalanan".

Reza Pahlavi memuji unjuk rasa rakyat Iran itu. Ia juga mendesak rakyat Iran menggelar lebih banyak protes terarah pada hari Sabtu dan Minggu pekan ini.

Sabtu kemarin, kepada para pengunjukrasa, Reza Pahlavi juga mendesak untuk "bersiap" merebut pusat-pusat kota. "Tujuan kita bukan lagi sekadar turun ke jalan. Tujuannya adalah untuk bersiap merebut pusat-pusat kota dan mempertahankannya," kata Reza Pahlavi yang kini tinggal di Amerika Serikat itu.

Aksi protes di Iran telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua minggu terakhir, dimulai sebagai respons terhadap inflasi yang melonjak. Dengan cepat, unjuk rasa itu berubah menjadi politis. Para pengunjuk rasa menyerukan agar penguasa ulama mundur.

Sementara itu tentara Iran pada hari Sabtu mengatakan akan melindungi infrastruktur strategis dan properti publik dan sempat mendesak warga Iran untuk menggagalkan rencananya berunjuk rasa.

Upaya rezim ulama untuk meredam protes terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir itu pun meningkat.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahannya telah mengeluarkan peringatan  kepada Irsn agar tidak membunuh para pengunjukrasa.

Trump memperingatkan Iran akan ada konsekuensi jika membunuh pengunjukrasa . "Itu tidak berarti mengerahkan pasukan darat, tetapi itu menghantam mereka dengan sangat, sangat keras di titik yang paling menyakitkan," katanya.

Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak berniat bertemu Reza Pahlavi. Trump masih menunggu perkembangan krisis di Iran itu sebelum mendukung seorang pemimpin oposisi.

Mengecam Perusuh

Dalam pidato yang penuh tantangan Jumat lalu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei mengecam para perusuh. Ia bersumpah bahwa republik Islam "tidak akan mundur".

Aksi protes yang telah berlangsung selama dua minggu ini telah menimbulkan salah satu tantangan terbesar bagi otoritas teokratis yang telah memerintah Iran sejak revolusi Islam 1979.

Khamenei mengecam pemerintah Amerika Serikat dan para demonstran. Menurut Khamenei para demonstran merusak jalanan mereka sendiri untuk menyenangkan presiden Amerika Serikat.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Iran, Shirin Ebadi sempat memperingatkan bahwa pasukan keamanan mungkin sedang bersiap untuk melakukan pembantaian seiring dengan padamnya jaringan internet.

Media pemerintah Iran mengatakan, sebuah gedung pemerintah kota dibakar di Karaj, sebelah barat Teheran. Media tersebut menyalahkan para perusuh.

Televisi pemerintah Iran kemudian menyiarkan rekaman pemakaman anggota pasukan keamanan yang menurut mereka tewas dalam protes di kota-kota Shiraz, Qom, dan Hamedan.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) elit Iran, yang beroperasi secara terpisah dari angkatan darat, juga memperingatkan bahwa menjaga pencapaian revolusi 1979 dan keamanan negara adalah "garis merah", demikian dilaporkan televisi pemerintah.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian juga menyerukan warga Iran untuk memisahkan diri dari para perusuh yang melakukan kekerasan yang telah dilatih oleh Amerika Serikat dan Israel rezim Zionis untuk memprovokasi kerusuhan di negara tersebut.

Dalam sebuah wawancara televisi pada hari Minggu, Pezeshkian menyoroti tekad pemerintahannya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang mengancam mata pencaharian masyarakat.

Dia mengatakan bahwa pemerintah bertekad untuk memperlakukan seluruh rakyat Iran berdasarkan keadilan dan memastikan distribusi subsidi yang merata, tanpa memandang jenis kelamin, ras, atau etnis mereka.

"Kabinet Iran juga telah mendengar keluhan dari para pelaku bisnis dan pedagang pasar setelah aksi unjukrasa,"  katanya, seraya menambahkan bahwa para demonstran telah diminta untuk menghadiri rapat administrasi dan menyampaikan kekhawatiran mereka. (*)

Pewarta : Widodo Irianto
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Kapuas just now

Welcome to TIMES Kapuas

TIMES Kapuas is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.